Sabtu, 23 Desember 2017

PERINTAH JOIN PADA ORACLE 10g

Join merupakan penggambaran relasi yang terjadi antar suatu tabel dengan tabel lainya. Perintah join dibagi menjadi 3 yaitu :
  1. Inner Join
  2. Outer Join 
  3. Left Join
  4. Right Join

1. Inner Join

Dengan inner join, tabel akan digabungkan dua arah, sehingga tidak ada data yang NULL di satu sisi. Untuk menggunakan inner join, kita dapat menuliskannya dengan format seperti dibawah ini :
SELECT tabel1.*, tabel2.* FROM tabel1 INNER JOIN tabel2 ON tabel1.PK=tabel2.FK;
Contoh dibwah ini merupakan contoh perintah SQL untuk menggabungkan tabel pelanggan dan pesan:
SELECT pelanggan.id_pelanggan, pelanggan.nm_pelanggan, pesan.id_pesan, pesan.tgl_pesan FROM pelanggan INNER JOIN pesan ONpelanggan.id_pelanggan=pesan.id_pelanggan;

2. Outer Join

Dengan outer join, tabel akan digabungkan satu arah, sehingga memungkinkan ada data yang NULL (kosong) di satu sisi. Sebagai contoh, kita akan menggabungkan tabel pelanggan dan pesan dimana kita akan menampilkan daftar pelanggan yang pernah melakukan pemesanan (transaksi). Outer Join terbagi menjadi 2 (dua) yaitu LEFT JOIN dan RIGHT.

3. Left Join

Untuk menggunakan left join, kita dapat menuliskannya dengan format seperti dibawah ini :
SELECT tabel1.*, tabel2.*
FROM tabel1 LEFT JOIN tabel2
ON tabel1.PK=tabel2.FK;
Contoh dibwah ini merupakan contoh perintah SQL untuk menggabungkan tabel pelanggan dan pesan:
SELECT pelanggan.id_pelanggan, pelanggan.nm_pelanggan,
pesan.id_pesan, pesan.tgl_pesan
FROM pelanggan LEFT JOIN pesan
ON pelanggan.id_pelanggan=pesan.id_pelanggan;
Berbeda dengan hasil sebelumnya (inner join), penggunaan left join akan menampilkan juga data pelanggan dengan id P0003, walaupun pelanggan tersebut belum pernah bertransaksi. Dan pada kolom id_pesan dan tgl_pesan untuk pelanggan P0003 isinya NULL, artinya di tabel kanan (pesan) pelanggan tersebut tidak ada.

4. Right Join

Untuk menggunakan right join, kita dapat menuliskannya dengan format seperti dibawah ini :
SELECT tabel1.*, tabel2.*
FROM tabel1 RIGHT JOIN tabel2
ON tabel1.PK=tabel2.FK;
Contoh dibwah ini merupakan contoh perintah SQL untuk menggabungkan tabel pelanggan dan pesan:
SELECT pelanggan.id_pelanggan, pelanggan.nm_pelanggan, pesan.id_pesan, pesan.tgl_pesan FROM pelanggan RIGHT JOIN pesan
ON pelanggan.id_pelanggan=pesan.id_pelanggan;
Dengan right join, tabel yang menjadi acuan adalah tabel sebelah kanan (tabel pesan), jadi semua isi tabel pesan akan ditampilkan. Jika data pelanggan tidak ada di tabel pelanggan, maka isi tabel pesan tetap ditampilkan.

Sumber : https://irpantips4u.blogspot.co.id/2012/10/pengertian-fungsi-dan-penggunaan-join.html

Jumat, 15 Desember 2017

PENGGUNAAN GROUP FUNCTIONS

A) DASAR TEORI 
Apa itu Aggregated Data dan apa hubungannya dengan Group Function?? Aggregated Data adalah suatu fungsi yang digunakan untuk menghasilkan satu nilai  dari beberapa atau sejumlah baris dan dipengaruhi atau ditentukan oleh Group Function(fungsi yang digunakan untuk mengelompokkan data). Jadi intinya, beberapa data dari beberapa baris kita ambil, lalu kita kelompokkan dan akan menghasilkan satu nilai. 
Beberapa Tipe-tipe dari Group Function: 
1.MAX (untuk mencari nilai terbesar dalam Group Function) 
2.MIN (untuk mencari nilai terkecil dalam Group Function) 
3.AVG (untuk mencari nilai rata-rata dalam Group Function) 
4.COUNT  (untuk menjumlahkan baris dalam Group Function) 
5.SUM  (untuk mencari nilai total dalam Group Function) 
Setiap fungsi-fungsi menerima suatu argumen.
Pedoman-pedoman Untuk Menggunakan Group Functions
DISTINCT membuat suatu fungsi hanya mencakup nilainilai yang tidak sama (nonduplicate); ALL membuatnya mencakup setiap nilai, termasuk duplikatduplikat. Defaultnya adalah ALL dan karena itu tidak perlu ditentukan.
Tipe datatipe data untuk fungsi-fungsi dengan suatu argumen expr mungkin CHAR,VARCHAR2, NUMBER, atau DATE.
Semua Group functions mengabaikan nilai-nilai null. Untuk mengganti suatu nilai untuk nilai-nilai null, gunakanlah fungsi-fungsi NVL, NVL2, atau COALESCE.
Menggunakan Group Function
Menggunakan fungsi MAX dan MIN untuk tipe datatipe data numericcharacter, dan date. Contoh pada slide menampilkan pegawai yang paling baru dan paling lama.
Contoh berikut ini menampilkan nama belakang pegawai yang pertama dan nama belakang
pegawai yang terakhir dalam suatu daftar abjad dari semua pegawai :
SELECT MIN(last_name), MAX(last_name)
FROM employees;
Catatan : Fungsifungsi
AVG, SUM, VARIANCE, dan STDDEV hanya dapat digunakan pada tipe data numeric, MAX dan MIN tidak dapat digunakan pada tipe datatipe data LOB atau LONG.
  • Fungsi COUNT
COUNT (*) : mengembalikan jumlah baris-baris dalam suatu tabel yang memenuhi kriteria dari
pernyataan SELECT, termasuk baris-baris yang sama dan baris-baris yang berisi nilai-nilai null di setiap kolom.
Jika suatu klausa WHERE adalah termasuk dalam pernyataan SELECT, COUNT (*) mengembalikan jumlah dari barisbaris yang memenuhi kondisi klausa WHERE.
COUNT (expr) : mengembalikan jumlah dari nilai-nilai nonnull yang berada dalam kolom yang diidentifikasi oleh expr
COUNT (DISTINCT expr) : mengembalikan jumlah dari nilai-nilai yang unik ,nonnull yang ada dalam kolom diidentifikasi oleh expr.
Group Functions dan Nilai-Nilai Null
Semua group functions mengabaikan nilai-nilai null dalam kolom.
Fungsi NVL memaksa group functions untuk menyertakan nilai-nilai null.
Contoh:
1. Rata-rata : dihitung berdasarkan hanya pada barisbaris dalam suatu tabel yang menyimpan nilai yang valid di kolom COMMISION_PCT. Ratarata dihitung sebagai total komisi yang dibayarkan ke semua pegawai dibagi dengan jumlah pegawai yang menerima komisi (empat).
2. Ratarata : dihitung berdasarkan semua barisbaris dalam suatu tabel, tidak peduli apakah nilainilai
di kolom COMMISION_PCT null atau bukan. Ratarata dihitung sebagai total komisi yang dibayarkan ke semua pegawai dibagi dengan jumlah total pegawai dalam perusahaan (20).

Sumber : https://linlindaantebellum.wordpress.com/matkul-smstr-3/sql/resume5/

Jumat, 03 November 2017

FUNGSI SINGLE ROW FUNCTION PADA ORACLE 10G

Function adalah sebuah feature dari SQL, yang digunakan untuk:


• Melakukan perhitungan
• Mengubah data item
• Memanipulasi hasil untuk sekelompok baris
• Memformat tampilan angka dan tanggal
• Mengubah tipe data dari suatu kolom


Fungsi SQL terdiri dari 2 macam yaitu :

1. single-row functions : hanya pada satu baris dan menghasilkan satu nilai untuk setiap baris. 
2. multiple-row functions : digunakan untuk memanipulasi sekumpulan baris dan menghasilkan suatu nilai, functions ini jugadikenal dengan Group Functions

Single-Row Functions

Digunakan untuk memanipulasi data item. Menerima satu argument atau lebih dan menghasilkan satu nilai untuk setiap baris yang ditampilkan. 
Agument untuk single-row functions bisa berupa:
• Konstanta
• Variable
• Nama kolom
• Ekspresi

Features dari single-row functions adalah:
• Bekerja pada setiap baris yang dihasilkan oleh query
• Dapat menerima satu argument atau lebih
• Dapat digunakan pada SELECT, WHERE, dan ORDER BY, serta dapat dinested.

single-row functions terdiri dari 5 jenis, yaitu :

A. Fungsi Character
Fungsi karakter menerima input berupa karakter dan mengembalikan nilai yang bisa berupa karakter maupun angka. Fungsi karakter dibagi menjadi 2 kelompok yaitu Casemanipulation functions dan Character-manipulation functions. Case-manipulation Functions berguna untuk mengubah karakter dari huruf kecil ke huruf besar atau sebaliknya.Character-manipulation Functions dgunakan untuk memanipulasi karakter, missal menggabungkan karakter, mengambil sebagian karakter dari sebuah kalimat, serta mengetahui panjang dari sebuah kalimat.

B. Fungsi Number 
Fungsi angka digunakan untuk memanipulasi suatu angka, berikut daftar fungsi angka:

- ROUND (column | expression, n )
Kegunaan:Membulatkan suatu nilai sampai decimal. 

- TRUNC (column | expression, n )
Kegunaan:Memotong suatu nilai sampai n decimal. 

- MOD (m, n )
Kegunaan:Mencari nilai sisa dari m dibagi n.

Contoh:
Select round(45,5), round(45), round(45,9)*from dual

C. Fungsi Date
Oracle database menyimpan tanggal dalam format angka yang terdiri dari: abad, tahun, bulan, tanggal, jam, menit dan detik, nilai tanggal yang dapat disimpan oleh oracle adalah antara 1 januari 4712 SM sampai 31 Desember 9999. Sedangkan untuk tampilan defaultnya mengguanakan format DD-MON-RR.
Fungsi : 
- SYSDATE. 
- SYSDATE
- MONTHS_BETWEEN

D. Fungsi Konversi
Fungsi konversi digunakan untuk mengubah tipe data menjadi tipe data yang lain , sebetulnya tanpa menggunakan fungsi konversia oracle secara otomatis akan mengubah suatu tipe data menjadi tipe data yang sesuai, fasilitas ini disebut dengan Implicit Data Type Conversion. Tipe data yang secara otomatis diubah oleh oracle adalah dari VARCHAR2 atau CHAR menjadi NUMBER, VARCHAR2 atau CHAR menjadi DATE dan NUMBER menjadi VARCHAR2 serta DATE menjadi VARCHAR2. Meskipun secara otomatis Oracle mengubah data secara Implicit, tetap dianjurkan untuk mengubah tipe data secara eksplisit agar kinerja Oracle tetap baik.

E. Fungsi General
Fungsi ini terdiri 2 macam, yaitu fungsi yang digunakan untuk menangani nilai NULL dan fungsi yang merupakan ekspresi kondisi. Berikut adalah daftar dari general functions yang digunakan untuk menangani nilai NULL.

Fungsi :
- NVL ( expr1, expr2 ) Mengubah nilai NULL menjadi suatu nilai tertentu.
- NULL. Jika expr1 < > expr2, maka expr1 yang ditampilkan.
- COALESCE (expr1, expr2,…,exprn) Menampilkan ekspresi pertama yang tidak bernilai NULL.


Sumber : http://sejarahbelajarku.blogspot.co.id/2017/10/single-row-function-pada-oracle-10g.html

Rabu, 25 Oktober 2017

KLAUSA ORDER BY ORACLE 10G

ORDER BY klausa digunakan dalam sebuah pernyataan SELECT untuk mgurutkan hasil baik dalam menarik atau menurun.Oracle macam hasil query dalam urutan secara default.
       Like
Operator LIKE digunakan menampilkan semua baris dalam tabel yang nilai kolom dengan pola tertentu. Hal ini berguna bila anda ingin baris untuk mencocokkan pola tertentu mencari, atau ketika anda tidak tahu seluruh nilai. Untuk tujuan ini kita menggunakan karakter wildcard '%'.


Contoh :
Menampilkan semua last_name yang huruf ke dua nya adalah 'O' :
SELECT last_name from employees where last_name like '_o%'










Menampilkan employee_id,last_name,job_id dan salary dimana salary nya lebih besar dari 10000 dan job_id nya 'MAN' :
SELECT employee_id,last_name,job_id,salary from employees where salary >=10000 and job_id like '%MAN%'





Menampilkan nama dan job id selain job_id IT prog, AD pres,dan FI account :SELECT last_name,job_id from employees where job_id NOT IN('IT_PROG','AD_PRES','FI_ACCOUNT')




Menampilkan employee_id, nama, job id dan salary*12 :SELECT employee_id,last_name,salary*12 annsal from employees order by annsal




Source : https://sejarahbelajarku.blogspot.co.id/2017/10/klausa-order-by-oracle-10g.html

Rabu, 18 Oktober 2017

CARA MENAMPILKAN DATA DENGAN PERINTAH SELECT

Apa sih Select dalam database? Select adalah perintah yang digunakan untuk menampilkan data dari tabel yang ada didatabase dan dapat juga berupa sebuah ekspesi. Seperti awal dibahas bahwa ada beberapa metode yang bisa digunakan namun kembali lagi sesuai kebutuhan, dalam tutorial ini semua akan dibahas masing-masing metode karna kerap kali kebutuhan tersebut ternyata memang paling sering digunakan.

Dalam kasus yang sering terjadi adalah jika seorang programmer hanya ingin menampilkan data yang spesifik, caranya adalah dengan menggunakan logika ekspesi, umumnya diawali dengan WHERE lalu kondisi seperti AND, OR, LIKE, BETWEEN, IN, NOT IN, dan lain sebagainya.
Berikut ini adalah pseudo-code perintah Select…
SELECT field / * FROM nama_tabel WHERE kondisi
Perintah diatas hanyalah sebuah pseudo-code dan tidak bisa digunakan, penulis hanya mengasumsikan perintah tersebut agar sampai sini sudah dapat dibayangkan. Perlu diperhatikan bahwa pada tutorial mysql ini kita telah membuat database dengan nama nama_database dan didalam database tersebut telah tersedia tabel pelanggan dengan beberapa data.

Cara Menampilkan Semua Data Dengan Select

Jika anda ingin menampilkan semua data didalam table di mysql gunakan perintah berikut ini…
SELECT * FROM pelanggan;
Jika sudah benar maka seharusnya tampil seperti gambar dibawah ini…
Menampilkan Data Dengan Perintah Select
Perlu diingatkan, didalam tabel pelanggan tersebut ada beberapa field, bagaimana jika hanya ingin menampilkan satu atau dua field saja, mudah sekali. Ganti simbol “*” (tanpa kutip) dengan nama field yang ingin ditampilkan, contohnya jika hanya ingin menampilkan nama pelanggan saja:
SELECT nama_pelanggan FROM pelanggan;
Atau lebih dari satu field, yaitu dengan menggunakan koma sebagai pemisah…
SELECT id_pelanggan, nama_pelanggan FROM pelanggan;

Cara Menampilkan Data Spesifik Dengan Select

Apa sih maksudnya data spesifik? adalah jika ingin menampilkan data hanya pada baris tertentu. Dalam tutorial ini misalnya hanya ingin menampilkan data pelanggan dengan id_pelanggan P0001 saja, yaitu dengan menggunakan perintah WHERE..
SELECT * FROM pelanggan WHERE id_pelanggan = 'P0001';
Jika sudah benar terlihat seperti gambar dibawah ini.
Menampilkan Data Dengan Perintah Select
Dalam hal ini juga dapat dengan menggunakan ekspesi seperti AND, OR dan lain sebagainya.

Cara Menampilkan Data Yang Mengandung Kata Tertentu

Bagaimana cara menampilkan data yang hanya memiliki kata tertentu saja dengan perintah Select di MySQL ini? penulis akan menjelaskan terlebih dahulu maksud dari “kata tertentu”, ialah apabila data yang tampil hanya ingin mengandung kata yang diinginkan, sebagai contoh penulis akan menampilkan data pelanggan yan hanya memiliki email dengan nama domain “domain” saja.
SELECT * FROM pelanggan WHERE email LIKE '%domain%';
Perintah diatas akan menampilkan data yang hanya mengandung email dengan nama alamat “domain”,  pada kasus didalam tutorial ini kebetulan data yang ada hanya dua saja dengan dengan menggunakan alamat email dengan domain yang sama, maka yang muncul adalah kedua data tersebut.
Dalam kasus-kasus yang sering terjadi, perintah LIKE ini sering digunakan untuk melakukan pencarian data berdasarkan kata.

Cara Menampilkan Data Sesuai Data Tertentu

Yang akan kita bahas pada sub-tutorial ini maksudnya adalah apabila kita hanya ingin menampilkan data yang hanya mengandung data yang telah didefinisikan, yaitu dengan perintah IN dan NOT IN, mirip seperti AND dan OR namun IN dan NOT IN dapat melakukannya secara bersamaan. Contohnya kita hanya akan menampilkan data yang memiliki id_pelanggan P0001 dan P0002.
SELECT * FROM pelanggan WHERE id_pelanggan IN ('P0001', 'P0002');
Maka kedua data yang tampil hanyalah yang memiliki id_pelanggan P0001 dan P0002. Lalu bagaimana dengan NOT IN? NOT IN kebalikan dari IN, contohnya apabila hanya ingin menampilkan data dimana id_pelanggan hanya P0002.
SELECT * FROM pelanggan WHERE id_pelanggan NOT IN('P0001');
Maka akan tampil sebuah data yang hanya menampilkan data yang id_pelanggan tidak di P0001 yaitu P0002.
Source : https://bahasaweb.com/menampilkan-data-dengan-perintah-select/

Selasa, 03 Oktober 2017

PERINTAH DASAR SQL

SQL adalah singkatan dari Structured Query Language. SQL adalah bahasa yang digunakan untuk mengakses database sistem relasional. Secara de facto, bahasa ini merupakan bahasa standar yang dipakai untuk pengelolaan database. Saat ini SQL hampir digunakan pada semua database server. SQL lahir sekitar tahun 1970 dari artikel seorang peneliti IBM bernama Jhonny Oracle. Semula SQL bernama SEQUEL namun karena masalah hukum maka SEQUEL diganti dengan SQL.

Standarisasi dan Pemakaian Dasar SQL


Penggunaan SQL dibuat standarisasi pada tahun 1986 berdasarkan keluarnya standar SQL oleh ANSI (American National Standards Institute). Standarisasi SQL yang pertama dikenal dengan SQL86. Standar ini kemudian diperbaiki pada tahun 1992 dengan standar baru SQL92 dan pada tahun 1999 dengan SQL99.



Pemakaian dasar SQL mengacu pada dua bahasa yaitu Data Definition language (DDL) dan Data Manipulation Language (DML). SQL merupakan standar bahasa yang dipaki oleh DBMS relasional yang sangat populer, MySQL.

Data Definition Language


DDL digunakan untuk membuat, mendefinisikan, mengubah serta menghapus database dan obyek-obyek didalamnya. Perintah-perintah dasar DDL adalah CREATE untuk membuat obyek baru, USE untuk menggunakan obyek, ALTER untuk mengubah obyek yang sudah dibuat dan DROP untuk menghapus obyek yang sudah ada. Penggunaan DDL hanya untuk administrator saat pembuatan database.

1. Perintah CREATE

CREATE digunakan untuk membuat database dan tabel pada database yang sudah ada.

Membuat database
CREATE DATABASE nama_database;

Membuat tabel
CREATE TABLE nama_tabel;

Membuat tabel beserta field
CREATE TABLE [''nama_tabel''] (
 nama_field1 tipe_data [constraints][,
 nama_field2 tipe_data,
 ...]
 );

Membuat tabel beserta field dengan batasan field(constraint)
CREATE TABLE [''nama_tabel''] (
 nama_field1 tipe_data [,
 nama_field2 tipe_data,
 ...]
 [CONSTRAINT nama_field constraints]
 );

Penjelasan script :
  1. nama_database, merupakan nama dari database yang akan dibuat.
  2. nama_tabel, merupakan nama dari tabel yang akan dibuat pada database yang sudah ada.
  3. nama_field, merupakan nama kolom uang akan dibuat pada tabel.
  4. tipe  data, merupakan tipe data dari isi tabel yang mengacu pada standar implementasi dari support masing-masing database.
  5. constraints, merupakan batasan-batasann untuk tiap-tiap kolom seperti NOT NULL, UNIQUE dan PRIMARY KEY. constraints juga mengacu pada standar implementasi dari support masing-masing database.
Contoh script untuk membuat tabel user dengan 3 field, id, nama_user, kata_sandi dan tanggal_lahir.
 CREATE TABLE user
 (
 id INT(11),
 nama_user VARCHAR(50) PRIMARY KEY,
 kata_sandi VARCHAR(30) NOT NULL,
 tanggal_lahir DATETIME
 );

2. Perintah ALTER

Merupakan perintah untuk mengubah struktur pada tabel. Perubahan ini meliputi menambah (ADD) atau pun mengubah struktur (CHANGE)

Bentuk penulisan perintah ALTER
 ALTER TABLE nama_tabel [ADD|CHANGE] perubahan;

Contoh penulisan perintah ALTER
 ALTER TABLE  user CHANGE  nama_user INT( 50 ) NULL

3. Perintah TRUNCATE

Merupakan perintah untuk menghapus semua record pada tabel.

Bentuk penulisan perintah TRUNCATE
 TRUNCATE TABLE nama_tabel;

Contoh penulisan perintah TRUNCATE
 TRUNCATE TABLE user;

4. Perintah DROP

Merupakan perintah untuk menghapus tabel.

Bentuk penulisan perintah DROP
 DROP TABLE nama_tabel;

Contoh penulisan perintah DROP
 DROP TABLE user;

Data Manipulation Language


DML digunakan untuk melakukan pengelolaan data pada tabel seperti menampilkan data, menambah data baru, mengubah data dan menghapus data. Ada empat perintah DML yang sering dipakai yaitu SELECT, INSERT, UPDATE dan DELETE.

1. Perintah SELECT

Merupakan perintah untuk menampilkan data dari satu tabel atau lebih.

Berikuti ini format penulisan perintah SELECT secara lengkap :

SELECT [nama_tabel|alias.]nama_field1 [AS alias1] [, nama_field2, ...]
 FROM nama_tabel1 [AS alias1] [INNER|LEFT|RIGHT JOIN tabel2 ON ''kondisi_penghubung'']
 [, nama_tabel3 [AS alias3], ...]
 [WHERE ''kondisi'']
 [ORDER BY nama_field1 [ASC|DESC][, nama_field2 [ASC|DESC], ...]]
 [GROUP BY nama_field1[, nama_field2, ...]]
 [HAVING ''kondisi_aggregat''];

Penjelasan script :
  1. nama_tabel, merupakan nama dari tabel yang akan ditampilkan datanya.
  2. nama_field, merupakan nama dari field pada tabel yang akan ditampilkan.
  3. alias merupakan nama baru yang mewakili nama sebelumnya.
  4. kondisi, merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh data yang akan ditampilkan.
  5. kondisi_aggregat, merupakan syarat khusus untuk fungsi agregat seperti SUM, COUNT, AVR, MIN dan MAX. 
Meski demikian penggunaan SELECT bisa dipotong seperlunya dengan tanpa meninggalkan bagian terpenting yaitu SELECT dan FROM.

Beberapa contoh penggunaan SELECT :

Menampilkan seluruh data dari tabel
SELECT * FROM user;

Menampilkan seluruh data dari tabel dengan syarat WHERE
SELECT * FROM user WHERE nama_user="sabrina";

Menampilkan seluruh data dari tabel dengan urutan
SELECT * FROM user ODER BY id ASC;

Menampilkan data dari tabel dengan fungsi agregat
SELECT SUM(penjualan) as total FROM transaksi;

2. Perintah INSERT

Merupakan perintah untuk menambah record pada tabel.

Bentuk penulisan perintah INSERT
 INSERT INTO [NAMA_TABLE] ([DAFTAR_FIELD]) VALUES ([DAFTAR_NILAI]);

Contoh penulisan perintah INSERT
 INSERT INTO user (id, nama_user, kata_sandi, tanggal_lahir) VALUES ('1', 'sabrina', '123456', '2008-06-02');

3. Perintah UPDATE

Merupakan perintah untuk mengubah record pada tabel.

Bentuk penulisan perintah UPDATE
 UPDATE [NAMA_TABLE] SET [NAMA_KOLOM]=[NILAI] WHERE [KONDISI];

Contoh penulisan perintah UPDATE
UPDATE user SET kata_sandi='QWERTY' WHERE id=1;

4. Perintah DELETE

Merupakan perintah untuk menghapus record pada tabel.

Bentuk penulisan perintah DELETE
DELETE FROM [nama_table] Where [KONDISI];

Contoh penulisan perintah DELETE
DELETE FROM user WHERE id=1;



Sumber : http://www.nulis-ilmu.com/2014/11/belajar-perintah-dasar-sql.html

SYNTAX DDL DAN DML

Seperti definisi yang telah dijelaskan di atas, ddl adalah kumpulan perintah sql yang digunakan untuk membuat (create), mengubah (alter) da...